Wiranto : Tidak Ada Perintah Presiden Jokowi Ke Jaksa Agung Untuk Mengusut SBY

6
41
views

wiranto-menkopolhukamJAKARTA, jurnalisindonesia.com – Masalah dokumen laporan TPF mencuat setelah Komisi Informasi Pusat (KIP) mengabulkan gugatan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) agar pemerintah membuka dokumen itu ke publik, 10 Oktober lalu. Namun Presiden Joko Widodo mengaku pemerintahannya tidak memegang dokumen tersebut. Presiden lantas memerintahkan Kejaksaan Agung menelusuri keberadaan dokumen tersebut. Presiden Jokowi telah berkali-kali meminta bawahannya untuk mencari keberadaan dokumen asli TPF Munir.

Jaksa Agung M Prasetyo dikabarkan telah diinstruksikan Presiden Jokowi untuk menanyakan keberadaan dokumen TPF Munir langsung ke Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun setelah jumpa pers di Cikieas, Jawa Barat, Selasa (25/10/2016), Mantan Mensesneg dan juga Seskab Sudi Silalahi menyatakan, Presiden ke-6 RI SBY akan serahkan salinan dokumen TPF kasus Munir ke Presiden Jokowi. Koordinator KontraS Haris Azhar menyebut Jokowi harus umumkan isi salinan dokumen itu nantinya.

Menko Polhukam Wiranto mengatakan langkah Jaksa Agung bukan berarti bentuk pengusutan kepada SBY. Wiranto mengatakan, pemerintah justru mengapresiasi sikap SBY yang mengaku hanya memiliki dokumen salinan TPF Munir dan akan menyerahkannya kepada Presiden Jokowi.

“Satu hal, justru pemerintah mengapresiasi penjelasan dari SBY selaku mantan Presiden dan Sudi Silalahi selaku mantan Mensesneg terkait keberadaan dokumen asli tentang laporan dari TPF dan penyelesaian kasus Munir itu. Mengapresiasi. Jadi tidak ada kemudian perintah oleh jaksa Agung mengusut SBY sebagai mantan Presiden, tidak ada,” kata Wiranto saat ditemui di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).

“Saya ulangi lagi, tidak ada perintah, kehendak, keinginan Presiden memerintahkan Jaksa Agung untuk mengusut SBY,” tegasnya lagi.

Wiranto juga mengatakan, Presiden Jokowi telah berkali-kali meminta bawahannya untuk mencari keberadaan dokumen asli TPF Munir tersebut. Wiranto yakin dokumen yang asli itu pasti ada.

“Masa enggak ada? Pasti ada. Masa menguap semuanya? Kan ada salinannya. Dokumen ratusan lembar pasti di komputer juga ada. Masa hilang semua. Jadi itu perintah Presiden, begitu,” katanya.

Dikatakan Wiranto, jika dokumen yang asli telah ditemukan, maka Jaksa Agung akan segera mempelajari untuk dijadikan landasan kebijakan selanjutnya.

“Setelah laporan dokumen TPF nanti ditemukan, Jaksa Agung pasti akan ambil langkah-langkah, mempelajari, mengevaluasi laporan tersebut dan langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan proses hukum yang berlaku. Tentu tidak serta merta dan tidak harus ada target waktu sesuai kehendak publik, tetap mengalir dalam ranah hukum, sesuai dengan mengalirnya proses itu dengan acuan hukum yang berlaku. Itu kan jaminan,” jelasnya.

“Mudah-mudahan ada suatu perkembangan langkah positif mengenai ini, sehingga tidak lagi mengganggu, katakanlah, tidak lagi merupakan bagian dari hutang pemerintah yang mesti diselesaikan. Pemerintah menyelesaikan berbagai permasalahan hukum dengan cara-cara yang benar, adil dan transparan,” tambahnya.[] (MRR/IL)

baca juga

Berita Terbaru

6 KOMENTAR

  1. 35030 325787Soon after study several the websites on your personal internet website now, i truly like your means of blogging. I bookmarked it to my bookmark internet site list and will also be checking back soon. Pls consider my web-site likewise and tell me what you consider. 689843

  2. 699497 115506Hi. Thank you for creating this site . I m working on betting online niche and have discovered this site utilizing search on bing . Is going to be sure to look a lot more of your content . Gracias , see ya. :S 159489

  3. 36719 897178for yet yet another great informative post, Im a loyal reader to this weblog and I cant stress enough how significantly valuable information Ive learned from reading your content. I actually appreciate all of the hard function you put into this great weblog. 776385

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here