Denda 10% Bagi Pembawa Valuta Asing Tunai Berlebih

8
26
views

Bank Indonesia (BI) dan Bea Cukai perketat pengawasan masyarakat yang membawa valuta asing tunai melebihi Rp 1 Miliar dengan denda setara 10% atau Rp 300 Juta dari sanksi

Jakarta, Jurnalisindonesia.com – Sejak tanggal 4 Juni 2018, Ditjen Bea Cukai telah menerapkan pembatasan jumlah maksimal membawa valuta asing (valas) dari dalam maupun luar negeri. Aturan ini berkaitan dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia No 20/2/2018.

Inti dari aturan ini adalah pembatasan dalam membawa uang dari luar negeri maksimal setara Rp 1 miliar, wajib dideklarasikan dan memiliki izin dari Bank Indonesia ( BI). Ketentuan ini berlaku untuk semua, baik perorangan maupun badan usaha.

Jika ketahuan bawa valas ke luar negeri atau bawa masuk lebih dari Rp 1 miliar tanpa izin, akan dikenakan denda minimal 10% dari nilai uang yang dibawa atau maksimal Rp 300 juta.

Mengutip Kontan.co.id, Jumat (8/6/18), Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun mengungkapkan, tujuan dari Dirjen Bea Cukai menerapkan aturan tersebut adalah untuk melakukan control moneter sesuai Undang-Undang Bank Indonesia (UU BI) yang mengatur tentang pembawaan Uang Kertas Asing.

Menurutnya, aturan ini mampu memperkuat aturan pembawaan uang tunai sesuai Undang-Undang No 8 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pembawaan UKA di atur di Peraturan Bank Indonesia nomor 19 dan 20, ini bertujuan untuk control moneter sesuai Undang-Undang BI, aturan ini mampu memperkuat aturan pembawaan uang tunai sesuai UU No 8 PPATK,” Ujar Robert kepada Kontan.co.id (7/6).

Adapun aturan yang diatur pada Undang-Undang No 8 Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tersebut adalah ,pembawaan uang kertas asing adalah senilai 1 milyar keatas wajib ijin dari Ban Indonesia, dan hanya diberikan ke Bank dan KUPVA

Dalam menerapkan aturan ini pun Bank Indonesia sudah melakukan sosialisasi yang dilakukan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri sampai dengan tanggal 2 September 2018.

Robert juga sempat menambahkan bahwa pihak dari Bea Cukai dan pihak-pihak terkait optimis bahwa aturan ini akan berjalan lancar dan mampu mengendalikan tingkat konsumsi serta mampu mendorong penerimaan cukai.

Aturan uang kertas asing ini diberlakukan sebagai barang larangan dan pembatasan (LARTAS) dengan penetapan sanksi berupa penambahan sanksi 10 % dengan denda maksimal adalah Rp 300 Juta dari sanksi, sesuai Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Sejauh ini kami tetap optimis proses implementasi ini dapat berjalan secara smooth di lapangan sehingga diharapkan akan menjadi instrumen pengendalian konsumsi sekaligus mendorong penerimaan cukai secara keseluruhan,” Ujar Robert.

Sumber : Kontan.co.id

Artikel Sebelumnya6 Tips Tetap Menjaga Pola Makan Saat Hari Raya
Artikel SelanjutnyaBlackBerry Key2 Resmi Dirilis, Harga Mulai Rp 9 Juta
BAGIKAN

baca juga

Berita Terbaru

8 KOMENTAR

  1. 214476 512120Thank you, Ive lately been looking for information about this subject for ages and yours could be the greatest Ive located out so far. But, what in regards to the bottom line? Are you certain concerning the supply? 819531

  2. 765056 476698Hi there, just became aware of your blog through Google, and discovered that it is really informative. Im gonna watch out for brussels. Ill be grateful should you continue this in future. Numerous men and women is going to be benefited from your writing. Cheers! 696531

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here