Bus Karyawan PT. Vale Indonesia Terbalik, Satu Karyawan Tambang Tewas Di Tempat

0
22
views

Bus karyawan PT. Vale Indonesia Tbk, yang beranjak dari pabrik nikel PT. Vale Indonesia di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menuju Kecamatan Wasuponda oleng dan terbalik saat hendak memasuki pembelokan akhir menuju kota tersebut pada Senin, (18/02/19).

Wasuponda, jurnalisindonesia.com- Bus dengan nomor polisi DP 7261 GB milik PT. Vale ini terbalik dalam kecelakaan tunggal pada pukul 07.10 WIT, usai menjemput belasan karyawan tambang dan pabrik yang bekerja di shift malam, yang hendak pulang  ke rumah. Kecelakaan ini setidaknya merenggut satu korban jiwa yang tewas di tempat, dan menyebabkan belasan orang lainnya luka-luka.

Dalam rilisnya, pada Senin, (18/02/19), pihak manajemen PT. Vale menginformasikan bahwa  kecelakaan bus tersebut telah mengakibatkan satu korban meninggal dan 15 korban luka-luka yang saat ini sudah dievakuasi dan di rawat di Rumah Sakit PT Inco Sorowako.  Korban meninggal teridentifikasi atas nama Laurensius Laba, karyawan tambang berusia 52 tahun dengan posisi Senior Mining Operator Screening Station C.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Nico Kanter, dalam rilisnya juga mengatakan bahwa saat ini telah berada di rumah korban yang berduka guna memberi dukungan yang diperlukan keluarga.

Nico, mewakili manajemen PT. Vale juga menyampaikan penyesalan dan duka yang sangat mendalam atas terjadinya kecelakaan naas tersebut.

“Kami menyampaikan penyesalan dan duka yang sangat mendalam atas terjadinya kecelakaan ini, yang telah mengakibatkan meninggalnya salah satu karyawan kami atas nama Laurensius Laba. Kejadian ini membuat saya pribadi sangat terpukul, dan saya telah meminta seluruh jajaran manajemen untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada keluarga pak Laurentius Laba. Kami juga akan  mengusahakan secara maksimal pemulihan korban luka yang saat ini sudah ditangani di rumah sakit perusahaan. Dua hal ini menjadi fokus utama saat ini. Kami akan menunggu hasil investigasi dari pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan kedepan” ungkapnya

Hingga berita ini dinaikan, belum ada keterangan pasti perihal penyebab utama dari kecelakaan naas tersebut. Keterangan sementara yang berhasil di himpun dari salah satu penumpang berinsial (IL) mengungkapkan bahwa ada kemacetan pada perseneling bus yang membuat sopir tiba-tiba panik hingga menyebabkan bus tersebut hilang kendali lalu terbalik.

”kami kan baru pulang kerja, sebelum kejadian Bus yang kami tumpangi rebah dan nampak Sopir tiba-tiba panik karena persenelin tiba-tiba macet”, jelasnya sambil menahan rasa sakit. Ia juga mengatakan, Kecepatan mobil lumayan laju namun karena posisi bus mengarah penurunan saya duga perseneling macet karena tidak mampu menahan bobot unit yang sudah terlanjur berada pada posisi penurunan. Tambahnya.

Namun begitu, pihak kepolisian setempat akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang kemudian keterangannya akan dicocokan dengan hasil olah TKP untuk memastikan penyebab utama kecelakaan naas yang menelan satu korban jiwa itu.

baca juga

Berita Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here