Pertumbuhan Ekonomi Makro 2020-2024 Diprediksi Stagnan, Benarkah?

4
4
views

Bangka Belitung, jurnalisindonesia.com- Isu strategis ekonomi makro 2020-2024 mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan, dan defisit transaksi berjalan relatif masih tinggi.

Hal itu diungkapkan oleh Staff Ahli Mentri Bidang Ekonomi Makro, Hanung Harimba Rachman dalam Rapat Koordinasi Nasional Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Bangka Belitung, Jumat (03/05/19).

Isu tersebut menurut Hanung, sangat di pengaruhi oleh beberapa faktor. “Pertama, regulasi yang tumpang tindih. Kedua, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Ketiga, rendahnya kualitas infrastruktur. Keempat, rendahnya pendalaman sektor keuangan. Kelima, sistem dan besarnya penerimaan pajak belum cukup memadai untuk mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Keenam, sistem inovasi yang tidak efektif, dan terakhir keterkaitan hulu hilir yang lemah,” Jelasnya.

Disisi lain, Peneliti Ahli Utama Kementrian Koperasi dan UKM, Johnny W. Situmorang dalam kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa dalam mengidentifikasi Arah Strategi Pembangunan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Tahun 2020-2024, Pengembangan SDM dan Program Inkubator Bisnis harus menjadi fokus utama untuk menciptakan wirausaha baru. Hal ini guna meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor kewirausahaan.

Johnny juga menilai perlu adanya implementasi dari konsep arah kebijakan KUMKM RPJM 2020-2024 agar dapat meningkatkat wirausaha baru.

Ada pun konsep arah kebijakan yang dimaksud adalah, pertama, yaitu konsep arah kebijakan pengembangan koperasi dan kewirausahaan. Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pelaku usaha hingga mampu tumbuh menjadi usaha berkelanjutan dengan usaha yang lebih besar, melalui strategi kolaborasi inovasi dan kreatifitas, serta penguatan kelembagaan pengembangan bisnis dan pusat pengembangan usaha.

“Kemudian pengembangan kemitraan usaha termasuk melalui temu bisnis antara investor, UMKM serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan platform teknologi untuk pemasaran, logistik, pembiayaan dan akses informasi,” papar Johnny.

Kemudian konsep arah kebijakan kedua yaitu kebijakan pengembangan koperasi diarahkan untuk meningkatkan inovasi koperasi agar adaptif dan responsif terhadap perubahan. Ketiga, kebijakan pengembangan kewirausahawanan diarahkan kepada pengembangan dan penguatan ekosistem usaha yang kondusif, agar jumlah dan kemampuan wirausaha yang berorientasi untuk tumbuh dapat meningkat.

Hal ini dinilai mampu direalisasikan melalui salah satu upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas wirausahawan seperti program inkubator bisnis. Inkubator bisnis merupakan tempat mempercepat pertumbuhan dan pengembangan bisnis para wirausahawan melalui pelatihan, pendampingan, mempertemukan wirausahawan dengan investor, dan sebagainya.

Sekedar untuk diketahui, dalam rapat tersebut, para peserta juga tak mau ketinggalan untuk menyampaikan beberapa usulan kepada pemerintah terkait peningkatan kewirausahaan. Beberapa diantaranya yaitu pemerintah diminta untuk mempermudah perizinan bagi KUMKM, Pembangunan Inkubator Bisnis di Daerah, dan perlunya ada Deputi Khusus Pendampingan, yang nantinya bisa bertugas untuk membantu mendampingi Koperasi dan UKM.

baca juga

Berita Terbaru

4 KOMENTAR

  1. 5/11/2019 I’m gratified by the manner in which jurnalisindonesia.com deals with this sort of issue. Usually on point, often controversial, consistently well-researched and stimulating.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here