Menkominfo Akan Tutup Akun Penyebar Konten Hoaks

33
3
views

Jakarta, jurnalisindonesia.com – Beberapa Bulan terakhir pengguna media sosial acap kali disuguhi konten-konten yang berbau hoaks. Merespon hal tersebut, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) berupaya keras untuk membatasi penyebaran berita palsu untuk menghindari tindakan-tindakan anarkis yang kerap kali terjadi karena hoaks.

Penyebaran hoaks, terutama yang terjadi  di kanal-kanal media Sosial (medsos) dan percakapan instan memang sangat mengkhawatirkan.

Rudiantara, selaku Menkominfo memaparkan bahwa hoaks yang tidak terkendali akan berpotensi memicu aksi massa dan kekerasan yang tentu akan berdampak kepada jatuhnya korban.

Rudi juga memberikan contoh kekerasan yang terjadi lantaran berita bohong adalah kasus 2018 silam yang menimpa Mohammad Azam di India yang meninggal.

“Satu hoaks saja sudah cukup untuk memicu aksi massa yang berujung penghilangan nyawa, seperti salah satunya yang menimpa Mohammad Azam di India pada tahun 2018. Padahal, ada banyak hoaks sejenis itu lalu-lalang di Indonesia setiap hari, apalagi sekitar 22 Mei lalu”, ungkap Rudiantara di Jakarta, (27/05/2019).

Tentu, kejadian diatas bukan satu-satunya kasus yang menimpa masyarakat diakibatkan oleh berita-berita palsu yang sengaja disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggang jawab.

Untuk itu, Menkominfo Rudiantara menyampaikan beberapa langkah yang di ambil pemerintah Indonesia guna meminimalisir penyebaran hoaks berdasarkan kegentingan peredaran konten hoaks tersebut. Meski, langkah itu sejatinya sudah lazim digunakan dibeberapa negera yang banyak penyebaran hoaksnya.

Berikut langkah-langkah yang diambil pemerintah :

1. Penutupan akses tautan konten atau akun yang terindikasi menyebarkan hoaks.

2. Bekerja sama dengan penyedia platform digital untuk menutup akun.

3. Pembatasan akses terhadap sebagian fitur platform digital atau berbagi file.

Ketiga langkah diatas diambil sesuai dengan tingkat kegentingan kondisi masyarakat. ” Pembatasan akses merupakan salah satu dari alternatif-alternatif terakhir yang ditempuh seiring dengan tingkat kegentingan. Pemerintah negara-negara lain di dunia telah membuktikan efektivitasnya untuk mencegah meluasnya kerusuhan”, tambah Menkominfo.

baca juga

Berita Terbaru

33 KOMENTAR

  1. [url=https://paydayloansonline.us.com/]payday loans online[/url] [url=https://lending.us.org/]direct lending[/url] [url=https://simpleloan.us.org/]simple loan[/url] [url=https://lender.us.org/]payday lender[/url] [url=https://moneyfast.us.org/]money fast online[/url]

  2. [url=http://atarax10.com/]atarax[/url] [url=http://generictadalafil20mg.com/]generic cialis tadalafil 20mg[/url] [url=http://wellbutrin300.com/]wellbutrin xl 300 mg generic[/url] [url=http://buydiflucan.com/]buy diflucan[/url] [url=http://azithromycin100.com/]antibiotic azithromycin[/url]

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here