Daya Saing Indonesia Naik 11 Peringkat Dari Posisi 43 Dunia

15
5
views

Jakarta, jurnalisindonesia.com – Pembangunan infrastruktur pada pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai dirasakan dampaknya, salah satunya adalah turut serta berkontribusi pada peningkatan daya saing Indonesia.

Dilansir situs resmi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia pada Jum’at (31/05/2019), bahwa peningkatan daya saing Indonesia tahun ini naik signifikan. Hal itu diktetahui berdasarkan rilis resmi lembaga riset yang berbasis di Swiss yaitu IMD Word Competitiveness Center.

Berdasarkan lembaga riset diatas, daya saing Indonesia melesat 11 peringkat yang pada tahun 2018 berada di urutan 43, saat ini bertengger di peringkat 32. Adapun indikator besar yang diukur diantaranya kinerja ekonomi, efisiensi birokrasi, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Pencapaian ini tentu sangat patut diapresiasi mengingat kenaikan daya saing Indoneaia menjadi yang terbesar di regional Asia Pasifik.

Tapi, meski capaian daya saing cukup bagus, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mangatakan bahwa peringkat Indonesia masih kalah dengan Malaysia dan Thailand.

“Meskipun demikian masih dibawah Malaysia (peringkat 22) dan Thailand (peringkat 25). Apabila stok infrastruktur kita stagnan maka daya tarik investasi kita akan kalah dibandingkan negara tetangga”, ungkapnya.

Memang pembangunan infrastruktur menjadi pilihan logis dan strategis untuk meningkatkan daya saing Indonesia yang mengalami ketertinggalan, terlebih negara kita sempat mengalami krisis ekonomi yang berdampak pada penundaan dan penghentian pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur.

baca juga

Berita Terbaru