SP Kota Kendari Goes To Moramo

0
1
views

Moramo merupakan salah satu tempat wisata alam air terjun yang berada di kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kawasan hutan suaka alam yang sejuk serta indahnya pesona air terjun bertingkat yang selalu siap memanjakan mata merupakan daya tarik tersendiri bagi tempat ini untuk menggait wisatawan agar melancong ke objek wisata tetsebut. Tak jarang wisatawan dari luar daerah datang untuk menyaksikan salah satu keindahan panorama alam Indonesia khususnya wisata air terjun yang berada Konawe Selatan ini.

Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami sebab, beberapa hari yang lalu, tepat pada Kamis, 4 Juli 2019, saya dan teman-teman memutuskan untuk berkunjung ke Air Terjun Moramo ini.

Petualangan kami pun dimulai. Kami berangkat sekitar pukul 14.45 WITA menggunakan kendaraan pribadi dengan membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan. Ini merupakan kegiatan perdana kami setelah mengikuti pengkaderan Sekolah Peradaban Semester Dasar (SP-SD) yang di helat oleh Sekolah Peradaban (SP) Cabang Kota Kendari. Tujuan kami melakukan kegiatan ini bukan hanya sekedar refreshing, tetapi ada serangkaian kegiatan yang salah satunya adalah pendalaman ilmu terkait materi yang telah kami dapatkan saat pengkaderan.

Saat diperjalanan, kami mendapat sedikit hambatan. Cuaca yang kurang besahabat mengiringi perjalanan kami menuju Air Terjun Moramo. Meski begitu, hujan deras yang mengguyur tubuh tidak menyurutkan niat dan langkah kami untuk terus melanjutkan perjalanan hingga tiba di tempat tujuan.
Setelah beberapa jam perjalanan, kami pun tiba dilokasi sekitar pukul 17.15 WITA. Suasana sepi dan hening sudah menyelimuti daerah ini. Kegiatan pertama disini adalah mendirikan tenda. Kemudian dilanjutkan dengan mencari kayu bakar untuk api unggun saat malam hari. Berjalanlah kami menelusuri hutan.

Di dalam hutan kami menemukan sebuah jembatan kayu yang digunakan untuk melintasi aliran sungai yang cukup deras dan dalam. Perjalanan diiringi dengan hujan, membuat suasana sedikit tegang. Medan yang licin di sertai guyuran air hujan mengharuskan langkah kami sedikit melambat. Berjalan sedikit jauh, matahari sudah mulai terbenam. Kami memutuskan untuk kembali ke tenda.

Pukul 18.20 WITA, gelap malam pun datang. Sebelum melakukan pendalaman ilmu, kami makan malam bersama terlebih dahulu. Meski hanya berbekal lauk pauk seadanya tidak masalah bagi kami sebab, yang terpenting adalah kebersamaan.
Keadaan yang semakin gelap dengan hujan yang terus turun membuat suasana sedikit seram. Malam yang sangat dingin tidak menghalangi kami untuk melakukan kegiatan belajar. Proses belajarpun dimulai.

Pembahasan yang cukup panjang dengan sedikit candaan membuat suasana menjadi sedikit lebih baik. Sekitar pukul 22.30 WITA, kegiatan belajar ditutup. Malam semakin larut, keadaan disini semakin dingin, hanya sebuah lilin yang menerangi tempat peristirahatan kami malam itu. Tapi inilah yang membuat suasana semakin romantis. Diskusi kami lanjutkan dengan membahas pertanyaan-pertanyaan umum dari teman-teman.

Tanpa terasa, waktu terus berlalu hingga menunjukan pukul 00.00 WITA. Satu persatu teman sudah mulai tertidur. Kami menghadapi malam yang dingin dengan kegelapan yang menyelimuti. Sebuah senter kecil pengganti lilin menerangi malam yang akan panjang. Keadaan semakin gelap namun hujan tak juga berhenti. Dinginnya cuaca yang menembus hingga ke tulang membuatku tak lupa menarik selimut tebal yang juga tak mampu meredam dinginnya malam. Sesekali kami terbangun karena hal ini.

Tepat pukul 02.00 WITA, suasana yang kami rasakan sedikit berubah, keadaan sunyi membuat kami merasa tegang. Keadaan dingin menyerang tubuh, hanya selembar kain yang menyelimuti tubuh. Waktu terus berputar, hujan tak kunjung berhenti dan keadaan semakin seram. Kami mencoba untuk tidur.

Malam akhirnya berlalu, waktu tengah memasuki Pukul 05.08 WITA. Ayam-ayam berkokok menandakan malam yang terasa panjang telah kami lewati. Kami memulai persiapan kegiatan selanjutnya yaitu menuju ke air terjun. Sebelum menelusuri hutan, kami sarapan terlebih dahulu dengan makanan seadanya. Lagi-lagi hujan kembali turun.

Kami memulai perjalanan pagi ini Pukul 08.38 WITA. Hujan yang masih mengguyur merupakan tantangan tersendiri di pagi ini. Karena semangat dan tekad yang kuat, kami tetap berjalan meski banyak bahaya diluar sana yang senantiasa mengintai. Perjalanan sejauh 2 km ini kami tempuh sekitar 30 manit dengan melalui medan licin. Langkah kami terhenti di perjalanan karena hujan yang masih mengguyur tak juga kunjung reda. Kami memutuskan untuk berhenti di sebuah air terjun walau pusat dan tujuan kami sebenarnya adalah bisa sampai di ujungnya.

Walaupun tidak sesuai rencana, kami tetap menikmati indahnya alam yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa ini. Hingga Pukul 11.18 WITA, Kami pun meninggalkan air terjun tersebut dan berencana untuk segera kembali ke tenda. Setelah tiba di tenda, kami istirahat beberapa menit. Akhirnya, setelah kegiatan selesai kami pun bergegas pulang kerumah masing-masing dalam keadaan selamat tanpa kurang satupun.

“Alam semesta merupakan ciptaan Allah SWT. Kepada manusia. Jadi, tujuan diciptakan manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah dan bertugas menjaga alam yang dititipkan oleh sang pencipta untuk menjadi sumber penunjang kehidupan”.

 

Penulis : Muh. Adriyansyah

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari

baca juga

Berita Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here